Cara Trading Pola Head And Shoulders

Ada berbagai pola teknikal yang bisa dimanfaatkan ketika kita trading forex. Salah satu pola yang paling signifikan, sebagai awal pembalikan trend adalah pola Head And Shoulders.

Apa Itu Pola Head And Shoulders?

Head dan Shoulders adalah pola grafik reversal, yang dapat berkembang di akhir tren bullish atau bearish.

Pedagang suka menggunakan formasi head and shoulders karena target harga sangat dapat diprediksi dan formasi memiliki tingkat keberhasilan tinggi secara keseluruhan.

Seperti Apa Pola Top Head And Shoulders?

Formasi ini terdiri dari tiga puncak, yang berkembang setelah tren bullish yang kuat. Puncak pertama dan terakhir kira-kira sama tingginya dan diklasifikasikan sebagai shoulders (bahu).

Puncak kedua adalah yang tertinggi dari ketiganya dan diklasifikasikan sebagai pola head (kepala).

Puncak dari head and shoulders menandakan proses perpindahan kekuatan dari bullish ke bearish jika pola tersebut muncul di akhir trend bullish.

Silahkan lihat ilustrasi dibawah ini untuk mengetahui seperti apa pola top head and shoulders.

Seperti Apa Pola Bottom Head And Shoulders?

Sebaliknya, inversi dari top head and shoulders adalah bottom head and shoulders.

Alih-alih puncak, ada palung atau titik terendah yang muncul. Pola ini berkembang setelah trend bearish yang luas dan mewakili transfer kendali dari bearish ke bullish.

Silahkan lihat ilustrasi dibawah ini untuk mengetahui seperti apa pola bottom head and shoulders.

Apa Itu Neckline Dalam Pola Head And Shoulders?

Setiap pola grafik teknis memiliki garis pemicu, yang menyediakan konfirmasi untuk memasuki atau keluar dari perdagangan.

Untuk pola kepala dan bahu, sinyal dagang disebut “neckline” atau garis leher.

Ketika Anda memikirkannya, nama ini masuk akal, karena garis leher tepat di bawah kepala dan bahu.

neckline

Ketika kita mengidentifikasi pola pada bagan, hal pertama yang harus kita lakukan adalah menggambar neckline.

Jadi, bagaimana kita menggambar neckline?

Cara yang tepat untuk mengatur garis leher Anda adalah dengan menghubungkan dua puncak atau palung (tergantung pada apakah itu bagian atas atau bawah).

Harap perhatikan bahwa garis leher tidak selalu rata. Jika nilai puncak atau palung sedikit berbeda, maka garis leher bisa memiliki kemiringan.

Bagaimana Cara Memanfaatkan Pola Head And Shoulders?

  • Kapan Anda harus membuka posisi?

Ketika Anda mengidentifikasi formasi, Anda harus mulai mencari sinyal yang Anda butuhkan untuk memasuki pasar. Sinyal ini adalah momen ketika harga menembus garis leher.

Ketika garis leher tertembus, Anda bisa membuka posisi buy / sell, tergantung pola yang muncul apakah Top atau Bottom.

  • Di mana Anda harus menempatkan stop-loss?

Ini adalah pertanyaan rumit karena pendapat pedagang cukup kontroversial mengenai penempatan stop loss untuk pola tersebut.

Beberapa pedagang mengklaim bahwa stop loss harus longgar dan diletakkan di ujung head (kepala).

Pendekatan yang lebih konservatif yang digunakan oleh para pedagang adalah menempatkan stop loss di luar puncak shoulders (bahu).

Jika kita menghitung rasio risk dan reward, penempatan terbaik adalah di atas shoulder, karena jika penempatan stop loss di atas head, maka RRR akan semakin kecil.

  • Di mana Anda bisa menempatkan take profit?

Dalam menentukan take profit, ada 2 metode yang bisa digunakan ketika menggunakan pola head and shoulders.

Pertama, Anda bisa menggunakan RRR minimum 1:2. Ini lebih mudah digunakan karena Anda hanya harus mengalikan resiko yang diambil dengan 2 kali, sehingga Anda mendapatkan 2 kali dari resiko yang dipertaruhkan.

Kedua, Anda bisa mengukur jarak antara head dan neckline, dan memasang target profit sesuai dengan ukuran tersebut. 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *